defersite

Materi Rancang Bangun Jaringan TKJ Kurikulum 2013

Berikut ini Materi Rancang Bangun Jaringan TKJ Kurikulum 2013 yang diajarkan di Kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan SMK. Langsung saja kita lihat materinya berikut ini:
Kelas XI TKJ
Terminologi Dasar Jaringan
  • Prinsip komunikasi data
  • Proses komunikasi data dalam sebuah jaringan kabel local
  • Cara membangun lapisan akses dari sebuah jaringan Ethernet
  • Cara membangun lapisan distribusi sebuah jaringan
  • Perencanaan dan penyambungan sebuah jaringan local
Internet dan ISP
  • Pengiriman informasi melalui Internet
  • Peralatan pada pusat operasi jaringan
  • Konektor dan kabel
  • Kabel pasangan terjalin (twisted pair)
Pengalamatan IP dan subnet mask
  • Macam-macam alamat IP (IP Public , IP Privat, IPUnicast,Broadcast,Multicast)
  • Cara memperoleh alamat IP ( statis dan dinamis)
  • Manajemen Alamat
Interaksi server-klien
  • Interaksi server-klien ( protocol TCP dan UDP,Penomoran port TCP/IP)
  • Protocol aplikasi dan layanan-layanan (Server DNS,Web,FTP,Email,IM, Voice)
  • Pemodelan lapisan dan protocol ( Model OSI)
Internet dan standar-standar
  • ISP dan layanan-layanannya
  • Layanan internet ke pengguna akhir
  • Hirarki internet
  • Persyaratan-persyaratan sebuah ISP
  • Peran dan tanggung jawab pada ISP
Help Desk
  • Pekerjaan teknisi meja bantuan (help desk)
  • Organisasi meja bantuan (help desk) pada ISP
  • Peran teknisi ISP
  • Interaksi dengan konsumen
  • Protocol dan teknologi model OSI
Perencanaan Jaringan
  • Pendokumentasian jaringan yang ada
  • Survey lapangan
  • Topologi fisik dan logic
  • Dokumentasi kebutuhan jaringan
  • Perancangan perencanaan jaringan
  • Perencanakan kabel secara terstruktur
  • Peralatan LAN
  • Peralatan antar jaringan
Struktur pengalamatan
  • Penerapan pengalamatan IP pada LAN
  • Subnetting pada jaringan
  • VLSM dan CIDR (Classless Inter-Domain Routing)
  • NAT dan PAT
  • Dasar Network Address Translation (NAT)
  • Terminology IP NAT
  • NAT static dan dinamik
Konfigurasi Peralatan-peralatan
  • Inisiasi konfigurasi router ISR
  • Setup fisik pada ISR
  • konfigurasi SDM Express
  • konfigurasi koneksi WAN menggunakan SDM Express
  • konfigurasi NAT menggunakan SDM
  • Konfigurasi Router menggunakan CLI IOS
  • Konfigurasi default route
  • Konfigurasi layanan DHCP
  • Konfigurasi NAT dengan CLI
  • Back-up konfigurasi router
  • Hubungan CPE ke ISP
  • Konfigurasi koneksi WAN
Dasar-dasar routing
  • Protocol routing interior umum
  • Pengaturan routing dalam sebuah jaringan organisasi
  • Konfigurasi dan verifikasi RIP
  • Protocol routing eksterior
  • Protocol routing eksterior yang ada pada ISP
  • Konfigurasi dan verifikasi BGP
Reliabilitas layanan-layanan suatu ISP
  • Protocol-protokol pendukung suatu ISP
  • protocol-protokol lapisan transport
  • TCP dan UDP
  • Hirarki dan resolusi DNS
  • Layanan HTTP dan HTTPS
  • Layanan FTP
  • Layanan SMTP, POP3 dan IMAP4
Layanan keamanan ISP
  • Pertimbangan Layanan keamanan ISP (enkripsi data)
  • Peralatan pengaman pada ISP (acl ,port filtering, firewall, IDS,IPS)
  • Monitoring dan pengaturan ISP (service Level Agreement,SNMP ,Syslog)
  • Backup dan recovery (media,file)
Deskripsi jaringan perusahaan
  • Trafik yang mengalir pada jaringan perusahaan
  • LAN dan WAN perusahaan
  • Intranet dan ekstranet
  • Iaplikasi-aplikasi perusahaan dan Pola trafik yang mengalir
  • Aplikasi-aplikasi dan trafik pada jaringan perusahaan
  • Prioritas trafik jaringan
  • Asas teleworking dan VPN
Dokumentasi jaringan perusahaan
  • Pusat operasi jaringan
  • Pertimbangan desain ruang telekomunikasi
  • Pemberian pelayanan pada PoP (Point of Presence)
  • Pertimbangan keamanan pada kerja perusahaan
  • Koneksi jaringan perusahaan ke layanan eksternal
  • Routing dan switching
  • Hardware router dan Hardware Switch
  • Perintah dasar dan konfigurasi CLI router
Deskripsi switching tingkat perusahan
  • Prinsip kerja switching dan segmentasi jaringan
  • Prinsip kerja switching multilayer
  • identifikasi macam-macam switching
  • Keamanan switch
  • Perlindungan jaringan terhadap switching loop
  • Redundansi pada sebuah jaringan dengan switch
  • Protocol Spanning Tree (STP)
  • Prinsip root bridges
  • Identifikasi spanning tree pada jaringan hirarkikal
  • Protocol spanning tree cepat (RSTP)
  • Identifikasi dan Konfigurasi VLAN
  • Rute inter VLAN dan trunking
  • yang dimaksud dengan port trunk
  • Memperluas VLAN melalui Switch
  • Routing antara VLAN-VLAN
  • Perawatan VLAN dalam suatu jaringan perusahaan
  • Program trunking VLAN (VTP)
  • Konfigurasi VTP
  • Konfigurasi VLAN untuk IP telephony dan nirkabel
Kelas XII TKJ
Skema pengalamatan jaringan IP hirarkikal (16)
  • Jaringan datar ( horizontal) dan jaringan hirarkikal
  • pengalamatan jaringan hirarkikal
  • subnetting dalam struktur jaringan
  • VLSM
  • subnet mask
  • subnet menggunakan representasi biner
  • proses dasar subnetting
  • Variable Length Subnet Mask (VLSM)
  • pengalamatan VLSM
  • Classless Routing dan CIDR
  • routing classfull dan routing classless
  • CIDR dan peringkasan rute (route summarization)
  • Perhitungan peringkasan rute
  • subnet-subnet discontiguous
  • cara terbaik untuk melakukan pengalamatan dan subnetting
  • NAT dan PAT
  • alokasi alamat IP privat
  • penggunaan NAT untuk kepentingan perusahaan
  • NAT static dan dinamik
  • PAT
Pengaturan jaringan perusahaan (16)
  • Topologi jaringan perusahaan
  • routing static dan dinamik
  • Konfigurasi route static
  • Konfigurasi route default
  • Verifikasi RIP
  • protocol routing distance vector
  • Routing Information Protocol (RIP)
  • Konfigurasi RIPv2
  • Penggunaan routing protocol EIGRP
  • Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP)
  • Terminology dan table EIGRP
  • Tetangga dan batasan dekat EIGRP
  • Ukuran/metric dan konvergensi EIGRP
  • Implementasikan EIGRP
  • Konfigurasi dan jaringan EIGRP
Protocol routing OSPF (16)
  • Operasi protocol rute link-state
  • Ukuran/metric dan konvergensi OSPF
  • Tetangga dan batasan dekat OSPF
  • Wilayah/area OSPF
  • OSPF wilayah tunggal
  • OSPF dasar untuk wilayah tunggal
  • Konfigurasi autentikasi OSPF
  • Karameter OSPF
  • Verifikasi kerja OSPF
  • Penggunaan banyak protocol routing
  • Konfigurasi dan menyebarkan sebuah default route
  • Konfigurasi peringkasan OSPF
  • Permasalahan dan keterbatasan dari OSPF
  • Penggunaan banyak protocol routing dalam jaringan perusahaan
Penyambungan WAN perusahaan (16)
  •  Peralatan dan teknologi WAN
  •  Standar WAN
  •  Akses WAN
  •  Perilaku paket dan sirkit switching
  •  lLast mile dan teknologi WAN jarak jauh
  •  Enkapsulasi WAN umum
  •  Enkapsulasi WAN dan Ethernet
  •  HDLC dan PPP
  •  Konfigurasi PPP
  •  Konfigurasi PAP dan CHAP
  •  Frame relay
  •  Teknologi frame relay
  •  Fungsi kerja frame relay
ACL (16)
  •  Penyaringan trafik
  •  Daftar pengaturan akses (ACL)
  •  Macam dan penggunaan ACL
  •  proses ACL
  •  Penggunaan sebuah Wildcard Mask
  •  Penggunaan dan struktur ACL dan wildcard mask
  •  Analisa akibat dari penggunaan wildcard mask
  •  konfigurasi daftar pengaturan akses
  •  ACL standard an ekstended
  •  Dasar proses ACL
  •  Konfigurasi ACL penomoran standar
  •  Konfigurasi ACL penomoran ekstended
  •  Konfigurasi ACL yang dinamai
  •  Konfigurasi akses router melalui VTY
  •  Mengijinkan dan melarang trafik spesifik lewat
  •  Konfigurasi ACL untuk aplikasi dan penyaringan port
  •  Konfigurasi ACL untuk mendukung trafik yang dibangun
  •  Akibat penggunaan NAT dan PAT pada penempatan ACL
  •  Analisis ACL jaringan dan penempatannya
  •  Konfigurasi ACL bersama routing inter-VLAN
  •  Trafik menggunakan ACL
  •  Logging untuk memverifikasi fungsi ACL
  •  Analisa log router
  •  Cara terbaik untuk menggunakan ACL
Sumber: TKJ SMK.net

Dasar-Dasar Routing




 
Router adalah perangkat network yang digunakan untuk menghubungkan beberapa network, baik network yang sama maupun berbeda dari segi teknologinya seperti menghubungkan network yang menggunakan topologi Bus, Star dan Ring.  Router minimal memiliki 2 network interface. Dalam postingan sebelumnya tentang mengenal teknik subneting telah disinggung bahwa koneksi antar network (jaringan dengan subnet IP yang berbeda) hanya bisa terjadi dengan bantuan Router.

PENGERTIAN ROUTER

Router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.
Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).
Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch merupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN
Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP.
Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork  untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.
Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu 
memperlambat kinerja jaringan.

CARA KERJA ROUTER

Fungsi utama Router adalah merutekan paket (informasi). Sebuah Router memiliki kemampuan Routing, artinya Router secara cerdas dapat mengetahui kemana rute perjalanan informasi (paket) akan dilewatkan, apakah ditujukan untuk host lain yang satu network ataukah berada di network yang berbeda.
Jika paket-paket ditujukan untuk host pada network lain maka router akan meneruskannya ke network tersebut. Sebaliknya, jika paket-paket ditujukan untuk host yang satu network maka router akan menghalangi paket-paket keluar.
Ilustrasi mengenai cara kerja router ini dapat dilihat pada gambar dibawah:


Router adalah perangkat network yang digunakan untuk menghubungkan beberapa network, baik network yang sama maupun berbeda dari segi teknologinya seperti menghubungkan network yang menggunakan topologi Bus, Star dan Ring.  Router minimal memiliki 2 network interface. Dalam postingan sebelumnya tentang mengenal teknik subneting telah disinggung bahwa koneksi antar network (jaringan dengan subnet IP yang berbeda) hanya bisa terjadi dengan bantuan Router.
Pada gambar diatas terdapat 2 buah network yang terhubung dengan sebuah router. Network sebelah kiri yang terhubung ke port 1 router mempunyai alamat network 192.168.1.0 dan network sebelah kanan terhubung ke port 2 dari router dengan network address 192.155.2.0
  • Komputer A mengirim data ke komputer C, maka router tidak akan meneruskan data tersebut ke network lain.
  • Begitu pula ketika komputer F mengirim data ke E, router tidak akan meneruskan paket data ke network lain.
  • Barulah ketika komputer F mengirimkan data ke komputer B, maka router akan menruskan paket data tersebut ke komputer B.
ROUTING
Routing adalah proses untuk memilih jalur (path) yang harus dilalui oleh paket. Jalur yang baik tergantung pada beban jaringan, panjang datagram, type of service requested dan pola trafik. Pada umumnya skema routing hanya mempertimbangkan jalur terpendek (the shortest path).
Terdapat 2 bentuk routing, yaitu:
  • Direct Routing (direct delivery); paket dikirimkan dari satu mesin ke mesin lain secara langsung (host berada pada jaringan fisik yang sama) sehingga tidak perlu melalui mesin lain atau gateway.
  • Indirect Routing (indirect delivery); paket dikirimkan dari suatu mesin ke mesin yang lain yang tidak terhubung langsung (berbeda jaringan) sehingga paket akan melewati satu atau lebih gateway atau network yang lain sebelum sampai ke mesin yang dituju.
Tabel Routing
Router merekomendasikan tentang jalur yang digunakan untuk melewatkan paket berdasarkan informasi yang terdapat pada Tabel Routing.
Informasi yang terdapat pada tabel routing dapat diperoleh secara static routing melalui perantara administrator dengan cara mengisi tabel routing secara manual ataupun secara dynamic routing menggunakan protokol routing, dimana setiap router yang berhubungan akan saling bertukar informasi routing agar dapat mengetahui alamat tujuan dan memelihara tabel routing.
Tabel Routing pada umumnya berisi informasi tentang:
  • Alamat Network Tujuan
  • Interface Router yang terdekat dengan network tujuan
  • Metric, yaitu sebuah nilai yang menunjukkan jarak untuk mencapai network tujuan. Metric tesebut menggunakan teknik berdasarkan jumlah lompatan (Hop Count).
Contoh tabel routing pada MikroTik


JENIS-JENIS ROUTING
  • Routing statis
  • Routing default
  • Routing dinamis
Routing Statis
Routing statis terjadi jika Admin secara manual menambahkan route-route di routing table dari setiap router.
Routing statis memiliki kentungan-keuntungan berikut:
  • Tidak ada overhead (waktu pemrosesan) pada CPU router (router lebih murah dibandingkan dengan routeng dinamis)
  • Tidak ada bandwidth yang digunakan di antara router.
  • Routing statis menambah keamanan, karena administrator dapat memilih untuk mengisikan akses routing ke jaringan tertentu saja.
Routing statis memiliki kerugian-kerugian berikut:
  • Administrasi harus benar-benar memahami internetwork dan bagaimana setiap router  dihubungkan untuk dapat mengkonfigurasikan router dengan benar.
  • Jika sebuah network ditambahkan ke internetwork, Administrasi harus menambahkan sebuah route kesemua router—secara manual.
  • Routing statis tidak sesuai untuk network-network yang besar karena menjaganya akan menjadi sebuah pekerjaan full-time sendiri.
Routing Default
Routing default digunakan untuk mengirimkan paket-paket secara manual menambahkan router ke sebuah network tujuan yang remote yang tidak ada di routing table, ke router hop berikutnya. Bisanya digunakan pada jaringan yg hanya memiliki satu jalur keluar.
Routing Dinamis
Routing dinamis  adalah ketika routing protocol digunakan untuk menemukan network dan melakukan update routing table pada router. Dan ini lebih mudah daripada menggunakan routing statis dan default, tapi ia akan membedakan Anda dalam hal proses-proses di CPU router dan penggunaan bandwidth dari link jaringan